Minum Teh Ala Jepang, Lama Tapi Seru!

Ambil air panas, tuang ke gelas, kasih gula dikit, celup-celup teh….langsung sruputtt. Sepraktis itulah kalau Sobat Teen mau minum teh bukan? Tapi tahu enggak sih minum teh bagi orang Jepang enggak asal sruput begitu. Minum teh bagi warga Jepang punya arti penting banget, sampai-sampai ada tata cara dan upacara khusus minum teh. Namanya Chanoyu. Kayak apa ya upacara minum teh ala Jepang ini? Simak yuk Cerita Kita yang disusun oleh Reporter KBR68H Kak Bambang Hari dan Reporter Teen Voice Berta Saraswati.

Berapa menit sih yang Sobat Teen habiskan kalau mau bikin teh plus meminumnya. Bikinnya mungkin hanya 2 menit aja kalau air panas sudah tersedia, plus minumnya yah beberapa belas menit deh. Tapi kalau di Jepang, bikin teh plus meminumnya, bisa jadi luaaamaaa! Bisa sampai empat jam! Huwaaaa….kok bisa lama banget ya?

Ini jelas ada alasannya dong! Di Jepang Sobat Teen, minum teh itu ada aturannya sendiri. Gak boleh sembarangan. Soalnya bagi orang Jepang, minum teh itu ada filosofinya. Nah apaan tuh!

Jadi begini, teh itukan hasil alam yang punya banyak banget manfaat buat kesehatan. Jadi untuk berterimakasih sama dewa-dewa makanya untuk minum teh dibikin upacara yang sifatnya sakral banget. Tahapan penyeduhan teh sampai meminumnya ada langkah-langkah yang harus dipatuhi.

Kak Memey salah satu peraga upaca minum teh di Japan Foundation bilang langkah pertama adalah menyiapkan alatnya dulu. ”Sebelum minum tehnya, kita bersihin dulu alat-alatnya. Mulai dari cangkirnya, sendok tehnya. Kita juga sekalian membersihkan hati kita dari hal-hal yang negatif. Melepaskan diri dari ‘dunia luar’, seperti kita mau melakukan meditasi. Biar hati kita tenang,” jelas kak Memey.

Nah selain harus ngapalin tata cara tadi, kita juga harus tahu macam peralatannya. Soalnya untuk tiap musim beda loh alatnya. Sensei Sani, guru senior upacara minum teh yang asli dari Jepang, bilang ini juga yang bikin Chanoyu bisa dilakuin kapan aja. ”Kalo di Jepang itu kan ada empat musim. Masing-masing musimnya ada acara chanoyu. Jadi kapan aja bisa diadain. Musim dingin alat-alatnya beda sama musim panas. Trus kalo musim bunga dan musim gugur, alat-alatnya juga beda. Jadi dalam satu tahun itu kapan pun bisa diadain acara chanoyu,” kata Sensei.

Wow seru banget kan! Gak heran kalau Kak Uul mahasiswi dari Universitas Atmajaya jadi deg-degan waktu ikut upacara ini di Japan Foundation, Jakarta. ”Waktu nyobain di event yang lain, emang sempet deg-degan sih. Saya mikirnya ini kan Chanoyu yah. Kan kalo orang Indonesia minum teh, slurrpp… udah. Nah tapi ternyata di sini (upacara Chanoyu-red), ada orang yang ngomong gak? Gak ada. Harus ada urutannya gak? Ada. Sampe akhirnya, ya ampuun minum teh itu ternyata buang waktu lama yaa…,” cerita Kak Uul.

Tapi acara ini berguna banget buat Sobat Teen yang pengin tahu soal budaya Jepang. Kayak yang dirasain sama Lusia. ”Acara kayak gini bagus banget ya. Memperkenalkan kebudayaan Jepang tanpa kita harus pergi ke sana. Jadi acara semacam ini selain bisa nambah pengetahuan, bisa juga nambah pengalaman baru,” kata Lusia.

Ok lah, meski ribet ternyata menyenangkan. Tapi apa tujuan upacara minum teh ini buat menghargai teh sebagai hasil alam yang super berguna aja? Ternyata enggak. Sensei Sani bilang durasi acara yang panjang itu juga bertujuan mempererat persahabatan.”Tujuan yang sebenarnya itu adalah mempererat persahabatan. Trus acara ini juga biasanya bisa makan waktu sampe empat jam. Itu terbagi dari beberapa proses. Biasanya kita makan dulu, trus liat-liat rangkaian bunga, kita juga liat tulisan indah, trus baru deh acara puncaknya minum teh bareng-bareng,” jelas Sensei Sani.

Makanya Kata Sensei Sani biasanya upacara minum teh selalu berlangsung penuh kekeluargaan banget. Tapi Sensei sedih nih, soalnya tradisi ini udah jarang banget diliat di negara asalnya di Jepang. Anak-anak sekarang ni malah lebih milih baca komik ketimbang belajar untuk ngelakuin upacara minum teh. Waahh.. Sayang banget yah… Padahal tradisi ini seru banget ya!

Sumber : http://teenvoice.co.id/2012/05/24/minum-teh-ala-jepang-lama-tapi-seru/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s